Tampilkan postingan dengan label sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sekolah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Mei 2020

Memorable Ramadhan, Productive Fun


Assalamualikum Wr. Wb.


This year's Ramadhan is very different from last year.  Because of the COVID-19 outbreak and the government's appeal for #StayAtHome, I can't do Ramadhan activities at school or mosque. As a replacement, all of SMPIT LHI students did Ramadhan activities at home. Ramadhan activities at home held during Ramadhan month. Because I don't want to waste time, I did several productive Ramadhan activities. At home, I live with my mother. My father passed away two years ago. My older sister lives in Jakarta with her family.

Let's start from the meaningful activities in this Ramadhan at home. I describe in points. Alright, these are the activities :

1.       Ramadhan Studies
This activity was held every Sunday afternoon on the LHI media channel. All of SMPIT LHI students must join to this, which lasts for 1.5 hours. The topics of the studies change every week. These studies aim to provide enlightenment while waiting for breaking the fasting.

2.       Ramadhan Workshop on Design and Digital Marketing by Praxis Academy.
Every Monday afternoon, I joined this activity. This activity held in the Zoom app, and about 30 people participated in it. I chose the Design and Digital Marketing subject because I want to improve my competence in design using computer software. There is one tutor in this activity.

3.       Creating a blog as a personal project
I created some blog articles for Ramadhan activities. I usually made an article about Ramadhan because this is relevant now. I started making a posting draft using the Notepad app, and then I copied it to my blog. I revised, and I added some pictures, and later I published it. I love making blog articles because I hope it can be useful for others.

4.       Performing Ramadhan worship (tarawih prayer, fasting, sahur, breaking the fasting, five times prayers, Quran tilawah) at home.
As I said at the beginning, we can't do the prayer at the mosque because of the COVID-19 outbreak. As a replacement, I did that at home. I usually did tarawih prayer at 7:30 PM and sahur at 4 AM. On the 21th day of Ramadhan, I already finished 20 juz tilawah so far. My target is khatam of the Holy Quran one time at this Ramadhan, In syaa Allah.

5.       Read inspirational novels.
One of my hobbies is reading books. Because of that, I bought two novels last month by online. The titles are "Ayahku (bukan) Pembohong" and "Moga Bunda Disayang Allah." I read the books and I love them. I tremendously enjoy it because that is more useful than I play games.

About my worship in this Ramadhan :
1.       I did tarawih prayer eight rakaat and witir three rakaat at home.
2.       Sahur and breaking the fasting were at home.
3.       All prayers were done at home.
4.       I did fasting like at school; until maghrib time.

My feelings are mixed. Sometimes I feel relieved when all the assignments have been submitted to the teacher. However, behind that, I more often feel lonely due to the absence of friends in the real world. There are many friends in cyberspace. The only "best friend" at the moment is my mother. I often express and discuss everything with my mother.

What I like from this Ramadhan activities is that I can form a new lifestyle, using the internet as a source of getting information, doing work, listening to music, reading news, and this is in line with technological advances in the present age.

What I don't like from this Ramadhan activities is the absence of friends as a means of association and information exchange, so I feel lonely every day. Besides that, being unable to get out of the house caused me to feel even more bored.
I will learn how to be more productive on the internet so that the time given by God is not wasted by just playing games or relaxing.
I regret several temptations, like playing games and gadgets that have made me (feel) less productive. Also, my memorization of the Quran is not much increased when compared to when in the dormitory.

Next, I am determined to increase the time to do activities that are more meaningful than just relaxing and playing games.

Wassalamualaikum wr. wb

Kamis, 30 April 2020

Menghias Unik, Ramadhan Asyik


Assalaamualaikum Wr. Wb.

Kembali lagi dengan blog mikosekolah.  Kini, saya bukan untuk melanjutkan #SerialRamadhan. Serial Ramadhan #4 Insya Allah akan diupload maksimal hari Jumat (1/5). Ingatkan saya melalui kolom komentar apabila saya lupa.

Saya, Mikail Achmad, akan mempresentasikan sebuah projek yang menjadi tugas pada bulan Ramadhan 1441 H ini. Projek yang dimaksud adalah projek menghias salah satu sudut rumah dengan ornamen yang bernuansa Ramadhan. Selain itu, saya juga akan menceritakan agenda Ramadhan SMPIT LHI minggu ini. Baiklah, langsung saja simak artikelnya sampai selesai.

Kegiatan Ramadhan #DiRumahAja ini dimulai pada hari Ahad sore saat semua siswa menyimak sebuah kajian yang bertemakan "Ramadhan Unik, Aktivitasku Asyik" yang dibawakan oleh salah satu guru kami, Ustadz Akbar Fathan. Beliau berceramah sekitar 45 menit kemudian dilanjutkan tanya jawab. Ada beberapa siswa yang mengajukan pertanyaan dan disimak oleh siswa yang lain dengan khusyuk. Kajian dimulai pukul 16.00 WIB dan diakhiri pukul 17.15 WIB. Sebelum ditutup, ada guru yang menyampaikan agenda kegiatan selama sepekan ke depan.

Setelah mengawali pekan dengan kajian, untuk kegiatan selama bulan Ramadhan ini siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok melalui aplikasi Whatsapp. Setiap kelompok terdiri dari 5-7 orang siswa  dengan 1 orang guru pendamping. 

Keesokan harinya, kami diberi tugas untuk menghias salah satu spot (bagian) rumah. Saya memilih untuk menghias kamar tidur saya. Hiasan dibuat dengan 5 lembar kartu yang berisikan Aktivitas yang Utama di Bulan Ramadhan, yang saya beri nama Manual Ramadhan. Kartu-kartu tersebut dijepit pada seutas tali dan digantungkan di dinding.

Berikut saya akan tampilkan rincian, bahan dan cara membuatnya :

Alat dan Bahan:
  1.  Kartu Bingkai
  2. Tali
  3. Jepitan
  4. Gunting
  5. Komputer
  6. Kertas HVS
  7. Komputer
  8. Printer 
Tali
Kartu Bingkai
Jepitan



 Cara Membuat :
1. Buat desain menggunakan aplikasi desain grafis. Saya gunakan Paint dan Photoshop.
Ada 5 desain untuk masing-masing kartu, yaitu:

#1 Turn it off (TV)
#2 Eat moderately (makanan & minuman)
#3 Read it daily (Al Qur'an)
#4 Use it wisely (media sosial)
#5 Pray more (sholat + do'a)

2. Cetak desain yang sudah dibuat pada kertas HVS.
3. Potong sesuai ukuran kartu.
4. Masukkan ke dalam kartu.
5. Pasang kartu-kartu pada seutas tali dengan menggunakan jepit.
6. Gantungkan tali pada paku yang sudah dipasang di dinding kamar.

Alasan saya memilih membuat ini karena prosesnya tidak terlalu memakan banyak waktu. Sehari langsung jadi. Desainnya juga lumayan sederhana tetapi bisa mengingatkan kita untuk selalu menggunakan waktu di bulan Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya, mengisinya dengan kegiatan yang bermanfaat, dan meningkatkan kualitas ibadah. 

Selain itu, karena kondisi yang mengharuskan untuk stay at home, saya juga tidak mungkin keluar rumah untuk membeli bahan-bahannya, maka saya memanfaatkan bahan yang sudah ada di rumah saja dan yang dapat dilakukan dengan bantuan perangkat komputer.

Saya mendesain dengan dibantu oleh Ibu saya. Misalnya, beliau yang mengarahkan dalam hal lay out dan pemilihan kombinasi warna.

Berikut ini adalah contoh tampilannya setelah dipasang di dinding kamar :



Terakhir, saya ingin menyampaikan sebuah harapan untuk Ramadhan tahun ini. Saya berharap kualitas ibadah saya di Ramadhan tahun ini bisa lebih baik dari tahun kemarin walaupun #DiRumahAja.
Meskipun tidak bisa mengikuti kegiatan i'tikaf di masjid saat 10 hari terakhir seperti tahun lalu.
Harapan saya selanjutnya, agar virus COVID-19 bisa menghilang dari muka bumi secepatnya. Jujur, saya sangat merindukan kehidupan seperti sedia kala dan teman-teman saya yang ada di sana.



Sebagai bonus, berikut saya tampilkan 3 doa  menghindari virus corona yang bisa kita praktikkan sekarang :



Doa Pertama:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ وَدَرَكِ الشَّقَاءِ وَسُوْءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ

“Ya Allah sungguh aku berlindung kepada-Mu dari cobaan yang berat, kesengsaraan yang hebat, takdir yang buruk dan kebahagiaan/kegembiraan musuh.” (H.R. Al-Bukhari)



Doa kedua berbunyi:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُبِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيْعِ سَخَتِكَ (رواه مسلم)

“Ya Allah sungguh aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat yang telah engkau berikan, lepasnya kesehatan yang telah engkau anugerahkan, datangnya siksaan-Mu yang tiba-tiba dan segala kemungkaran.” (HR. Muslim)



Doa ketiga berbunyi:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِى الْأَرْضِ وَلَا فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ (رواه أحمد)

“Dengan menyebut nama Allah yang dengan (menyebut) nama-Nya tidak ada yang dapat memberikan bahaya yang di bumi maupun yang di langit. Dan Dialah yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (H.R. Ahmad)



Silakan membaca ketiganya, In syaa Allah kita semua akan terlindungi dari bahaya virus corona. Aamiin YRA.

Demikian cerita kegiatan saya selama sepekan beserta potret desain saya di kamar.
Semoga Bermanfaat

Wassalaamualaikum Wr. Wb.

Minggu, 12 April 2020

Kesan Sekolah Online Selama Sebulan

Assalamualaikum Wr. Wb

Hallo semuanya, jumpa lagi di blog mikosekolah. 
Kali ini, saya akan bercerita kesan saat berada di rumah selama 1 bulan ini. Setelah di postingan sebelumnya, saya sudah bercerita kegiatan sekolah online. Apakah kalian sudah penasaran? Baiklah, langsung saja.

Kesan Sekolah Online ini ada kaitan dengan postingan saya yang sebelumnya, yaitu tentang kegiatan sekolah online, bagi yang belum membaca, silakan mampir untuk membacanya.
Link postingan :  https://mikosekolah.blogspot.com/2020/04/kegiatan-sekolah-online-selama-1-bulan.html

Apakah kalian sudah membacanya ?

Pertama, saya akan menceritakan tentang apa saja yang berubah selama 1 bulan ini.

Hal yang berubah pastinya banyak. Dari lokasinya saja sudah berubah. Dari asrama yang ramai karena banyak teman, terus sekarang di rumah yang sepi ini. Dari yang terbiasa bangun pagi untuk shalat subuh dan melakukan aktivitas pagi, sekarang bangun masih pagi, namun setelah shalat subuh tidur lagi hingga sekitar jam 7. Saya bangun jam 7 sekali, lainnya antara jam 8 sampai jam 9 pagi. Dari yang berkutat dengan rutinitas asrama, sekarang sudah terkontaminasi dengan pengaruh gadget dan internet.

Di asrama, kami sudah terbiasa melakukan rutinitas seperti berinteraksi dengan Al Quran. Di rumah, saya masih sempat membaca Al Quran walaupun tidak sesering di asrama.

Dalam bidang makan, juga berubah. Di asrama, kami makan 3 kali sehari dengan jam yang sudah diatur. Ketika di rumah, saya pernah makan pagi jam 11, makan siang jam 2 siang, dan makan malam jam 9 malam. Pokoknya, yang penting makan 😊. Itu semua karena di rumah menu lebih lama tersedia sehingga jam makan lebih fleksibel. Sementara di asrama, saat sarapan, kami dibatasi hingga jam 07:10 karena setelah itu harus sekolah. Begitu juga dengan makan siang dan makan malam, dibatasi. Namun, dengan jam yang dibatasi ini, kami bisa bersama-sama ke ruang makan sehingga lebih ramai.

Paragraf di atas adalah contoh salah satu bidang yang berubah 180° di rumah jika dibandingkan dengan di asrama. Selain bidang makan, masih banyak bidang seperti belajar, mandi, tidur yang berubah total.

Kedua, saya akan menceritakan kelebihan dan kekurangan tinggal di rumah jika dibandingkan tinggal di asrama.

Saya akan menceritakan kekurangan terlebih dahulu karena agar beda saja. Biasanya kebanyakan menceritakan kelebihan dulu, maka saya akan menyampaikan kekurangan terlebih dahulu.

Kekurangan yang paling terasa adalah tidak adanya teman atau saudara yang bisa diajak untuk belajar, bercanda dan makan bersama. Karena saya hanya tinggal bersama ibu saya. Jadinya saya sering merasa (sangat) kesepian di rumah. Selain itu, dengan ada aturan physical distancing, tidak dimungkinkan ada teman yang berkunjung.

Hal ini sangatlah berbeda di asrama, dimana ada banyak teman yang selalu siap menemani di segala keadaan. Bahkan, di saat saya lagi butuh sendiri. Karena ketika berada di asrama, kita memang harus mempunyai banyak pergaulan karena sendiri itu tidak enak. Percayalah!

Kekurangan lainnya, saya tidak bisa keluar dari rumah. Lagi-lagi karena adanya aturan physical distancing, jadinya saya hampir tidak pernah keluar rumah 1 bulan ini. Untuk shalat yang wajib bagi laki-laki yaitu shalat jumat dan kegiatan yang mendesak seperti potong rambut saja tidak boleh apalagi untuk keperluan yang tidak mendesak seperti jalan-jalan. Saya seperti "dipenjara" selama 1 bulan lebih

Sementara itu di asrama, kami memang seperti "dipenjara". Tidak boleh keluar setiap saat. Namun, saat jadwal keluar atau saat akan membeli buka, kami bisa keluar. Tidak seperti di rumah yang tidak boleh keluar sama sekali kecuali sangat darurat.

Demikian itu kekurangannya, sebenarnya masih banyak kekurangan, seperti banyaknya tugas, namun tugas jika kita kerjakan maka akan hilang tugasnya. Beda cerita apabila kita protes, meraung, dan membiarkan tugas menumpuk semakin banyak, tetapi enggan mengerjakan karena malas atau yang lainnya.

Sekarang kita beralih ke kelebihan. Dibalik kekurangan yang sudah saya sebutkan di atas, masih ada kelebihan yang tidak dirasakan di asrama. Berikut kelebihannya.

Kelebihan yang pertama, saya bisa mencoba belajar dengan sistem baru. Belajar yang lebih terintegrasi dengan teknologi atau yang lebih popular disebut online. Saat saya di rumah, saya hampir tidak pernah menyentuh dan membaca buku pelajaran karena semuanya sudah tergantikan dengan internet. Ini menjadi suatu kelebihan, karena internet menawarkan lebih banyak informasi dibandingkan buku pelajaran konversional yang lama. Selain itu, internet juga menawarkan berbagai metode les yang tidak akan bisa ditawarkan oleh sekolah. Kita bisa memilih bidang apa yang ia pelajari. Sehingga,  kita dapat menikmati proses belajar karena sesuai dengan cara kita.

Kelebihan yang kedua, walaupun kita tidak dapat bercakap-cakap secara langsung, kita masih dapat bercakap lewat WhatsApp atau social media lainnya di rumah.Ini menjadi kelebihan karena kita bisa menjalin lebih banyak hubungan pertemanan. Bisa lewat social media maupun game. Bahkan terhadap teman SD atau orang yang belum pernah ketemu secara langsung.

Jika mau disebutkan kelebihan lain, sebenarnya masih ada, seperti kita tidak usah repot mencuci baju ataupun alat makan kita, karena di rumah saya sudah ada pembantu. Tapi, agar tidak kepanjangan dan membuat kalian bosan membacanya, mari kita lanjutkan.

Ketiga, saya akan bercerita tentang apa yang harus saya lakukan dalam kondisi seperti ini.

Saya harus memperbanyak beribadah dan berdoa seperti halnya di asrama. Rutinitas asrama yang baik janganlah kita tinggalkan dan lanjutkan di rumah jika memungkinkan. Jika tidak memungkinkan, seperti shalat berjamaah di masjid, tidak usah saja agar aman. Berdoa agar epidemi corona ini bisa berakhir segera
dan semua aktivitas kembali seperti semula serta kita kembali ke rutinitas asrama yang seru.

Saya juga harus banyak belajar hal dari internet karena jarang saja dapat liburan sebanyak ini. Eh, ini bukan liburan, ini Work For Home (WFH). Jadi kita tidak bisa sepenuhnya bermalas-malasan  dan menghabiskan hari di tempat tidur alias rebahan. Kita harus tetap produktif seperti halnya di asrama dan sekolah.   Salah satunya dengan membuat artikel seperti ini.

Saya juga tidak boleh merepotkan orang tua saya dan harus tetap menjadi pribadi yang mandiri seperti halnya di asrama.

Demikian kesan di rumah (sekolah online) sebulan ini. Semoga bermanfaat dan kalian bisa mengambil hikmahnya.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Kamis, 09 April 2020

Kegiatan Sekolah Online selama 1 Bulan

Assalamualaikum Wr. Wb

Selamat datang kembali di blog mikosekolah.

Hari ini, penulis akan berbagi sebuah cerita tentang pengalaman penulis belajar di rumah selama 1 bulan terakhir.

Sekitar 1 bulan yang lalu, saat jadwal perpulangan pondok bagi santri putra, kami mengira Ahad sore kembali ke asrama lagi dan melanjutkan ritme seperti biasa. Ternyata tidak, kami selaku santri putra dianjurkan untuk tetap tinggal di rumah. Pada awalnya, saya tidak tahu mengapa itu bisa terjadi. Tetapi, dengan wabah corona virus (Baca: Tentang Corona Virus) yang saat itu sudah mulai menjangkiti Indonesia bahkan hingga ke Yogyakarta, akhirnya saya pun tahu alasannya.

Hari Seninnya, saya mendapatkan tugas dari sekolah yaitu membuat vlog tentang corona virus yang sudah saya upload ke Youtube. Jangan lupa untuk menontonnya sebelum melanjutkan membaca artikel yang panjang ini.
Link video :
 

Sudah selesai menonton? Apakah kualitas videonya sudah bagus? Jika belum, tuliskan di kolom komentar apa yang harus diperbaiki lagi kedepannya.  Jangan lupa untuk subscribe channel tersebut karena itu akan membuat saya menjadi lebih bersemangat lagi kedepannya untuk membuat video yang pastinya lebih berkualitas dari video tersebut.

Kami diberi waktu 3 hari untuk membuat tugas tersebut. 
  • Hari pertama, kami diberikan setumpuk artikel tentang Corona Virus COVID-19, kami diminta untuk meringkasnya dan mulai membuat naskah video.
  • Hari kedua, kami mulai merekam isi video.
  • Hari ketiga, kami mengedit dan mempublikasikan video.
Setelah itu, selama 1 pekan (19-27 Maret), kami belajar melalui google classroom tentang pelajaran sekolah sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Santri putra diminta online pukul 10:00-11:00 di google classroom. Disana sudah ada guru piket/ guru mata pelajaran yang akan memberikan video motivasi. Kami diminta menonton dan menuliskan hikmah video tersebut sebagai bukti presensi. Setelah itu, kami mengerjakan worksheet yang diberikan guru mapel (mata pelajaran) dan bertanya apabila ada yang tidak dipahami.

Selama 1 pekan berikutnya (30 Maret - 3 April) kami diberi sebuah project besar. Nama projectnya Family Games. Di project ini, kami membuat sebuah Family Game sederhana yang bisa dimainkan di rumah saat kondisi seperti ini. Sama seperti pekan sebelumnya, kami disuruh membuat video dokumentasi tentang Family Games. Kegiatan Family Games juga telah saya bikin naskahnya di (Baca : Kegiatan Alternatif Gadget) Nomor 6 . Jika belum membaca artikel tersebut, saya sarankan untuk membacanya sebentar karena sangat menarik.

Sudah selesai membaca? Lanjut.....

Di pekan ini, ada juga sebuah projek online. Projek kali ini, kami diminta untuk membuat blog dan mengisinya dengan berbagai artikel. Tema artikelnya Family Games yang sudah kami buat dan pengalaman saat belajar secara online.

Sebelum dimulai kelas online, guru piket selalu menayangkan video motivasi. Tema pekan ini adalah menyambut bulan yang mulia, Ramadhan yang tinggal 2 pekan lagi.

Selain materi pelajaran di atas, juga ada materi BTHCQ (Baca, Tulis, Hafal, Cinta Quran) yang dilaksanakan secara online. Buat yang belum tahu, BTHCQ adalah semacam tahsin menggunakan metode Ummi. Setelah menyelesaikan keseluruhan jilid Ummi, siswa akan diuji dan lanjut ke Al Quran.

BTHCQ online kali ini dilaksanakan setiap hari Jumat. Khusus untuk siswa full day, tahfidz juga dilaksanakan online, tetapi dilaksanakan dua kali setiap pekan dengan hari yang disepakati kelompok selain hari Jumat.

BTHCQ online menggunakan salah satu aplikasi meeting yang cukup terkenal, Zoom. Saat sudah memasuki waktunya, guru BTHCQ akan membuat satu sesi video call dan mengundang semua siswa.  Kemudian dimulai dengan mengulang materi sebelumnya. Setelah itu, dilanjutkan dengan materi baru dan siswa diminta setoran satu per satu melalui Zoom. Saat satu siswa setoran, yang lain khusyuk mendengarkan. BTHCQ online ini dilaksanakan selama 1 jam. Khusus pekan ini, dilaksanakan hari Kamis karena hari Jumat merupakan hari libur nasional.

Demikian uraian singkat mengenai kegiatan sekolah online selama 1 bulan. Kesan saya selama berada di rumah selama 1 bulan akan menyusul di artikel selanjutnya. Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum Wr. Wb.



Rabu, 08 April 2020

Agar Tidak Bosan, 6 Kegiatan Pengganti Bermain Gadget yang Bisa Dilakukan di Rumah

Assalamualaikum Wr. Wb


Kembali lagi dengan mikosekolah.

Kalian tentu  sudah berada di rumah. Gak ada yang melipir-melipir keluar rumah lagi kan? Kalau belum tahu kenapa harus #stayathome, kalian bisa baca artikel yang sebelumnya (Baca: Tentang Coronavirus COVID-19). Di artikel tersebut dijelaskan  mengapa kita harus #stayathome atau #dirumahsaja.

Oke, apakah kalian sudah membaca artikel tersebut?

Jika sudah, penulis punya pertanyaan kepada kalian semua. Apakah selama masa #stayathome kalian merasa bosan, dan merasa tidak ada yang bisa dikerjakan. Akhirnya, kalian pun rebahan di kasur dan memegang gadget yang digunakan untuk membaca artikel ini.

Dari pada cuma bermain gadget dan menghabiskan waktu, berikut akan penulis jabarkan beberapa kegiatan yang bisa kalian lakukan di rumah agar tidak bosan. Simak baik-baik ya.

  1. Belajar 

5 Tips Agar Anak Tak Bosan Selama Belajar di Rumah Karena ... 

Yang pertama, kalian bisa nih mempelajari materi yang sudah dipelajari di sekolah. Kalian juga bisa mengikuti bimbel online. Banyak kok aplikasi yang menyediakan pelajaran online. Seperti Ruangguru, Zenius,Quipper dan sebagainya. Kalian bisa masuk menggunakan akun Google kalian melalui salah satu aplikasi tersebut, lalu pilih materi sesuai jenjang pendidikan kalian.

Apabila guru di sekolah kalian memberikan  tugas, kalian bisa mengerjakan sampai batas waktu yang ditentukan guru kalian. Apabila ada kesusahan, kalian bisa bertanya dan mediskusikan tugas tersebut bersama orang tua kalian. 
Belajar ini dilakukan untuk menggantikan pelajaran yang tidak bisa dilakukan di sekolah karena adanya virus corona ini. 


2. Menekuni Hobi 

Menekuni Hobi Membuat Seseorang Lebih Pintar 

Yang kedua, kalian bisa melakukan sesuatu yang menjadi hobi kalian asalkan di dalam rumah. Seperti bermain catur yang ditunjukkan gambar di atas. Atau kalian juga bisa nih menekuni bakat kalian. Kalau kalian bakatnya di bidang musik, kalian bisa cari-cari tutorial memainkan suatu lagu meggunakan alat musik kalian. Atau, jika kalian tertarik di bidang memasak, kalian bisa belajar resep baru melalui Internet. Sudah banyak orang yang membuat resep memasak. Pastikan  hobi kalian bermanfaat bagi kalian sendiri atau kalau bisa, orang lain juga terbantu dengan hobi kalian. Jika kalian punya bakat menulis, kalian bisa membuat blog tentang pengalaman selama di rumah atau kegiatan kalian sehari-hari.

3. Membersihkan Rumah
Wanita Ini Dipenjara karena Memaksa Suami untuk Bersih-bersih Rumah
Alternatif kegiatan yang ketiga, kalian bisa mulai belajar membersihkan rumah kalian sendiri. Kecuali jika yang di rumahnya ada pembantu seperti saya. Tapi, minimal kalian sudah bisa membersihkan kamar kalian sendiri. Kalian bisa menyapu dan merapikan kasur kalian setelah bangun tidur dan merapikan barang yang ada di meja belajar. Selain itu, jika sudah selesai makan, kalian bisa mencuci sendiri alat makan kalian dan merapikannya. 
Kalian juga bisa menyapu, mengepel, dan mengelap rumah kalian setiap hari. Adapun mengganti sprei kasur dan menjemur kasur bisa kalian lakukan setiap minggu.
Membersihkan rumah ini dengan bertujuan agar rumah kalian bisa terbebas dari kotoran dan bakteri, membuat nyaman tinggal di rumah, dan menjadikan kalian lebih sehat. Kalau dalam Islam, kita megenal istilah "Kebersihan Sebagian Dari Iman". Hal ini memang ada hadisnya.
Kebersihan sebagian dari iman.” (HR. Al-Tirmidzi)  

4. Olaharga
10 Gerakan Olahraga yang Dilakukan di Rumah
Yang keempat, kalian bisa berolahraga di rumah. Olahraga tidak harus pergi ke lapangan dan bermain bersama teman. Dikarenakan kondisi sekarang (saat artikel ini ditulis)  yang tidak membolehkan pergi keluar tanpa alasan yang jelas, kalian bisa melakukan workout sederhana seperti push-up, sit-up, loncat bintang, plank dan gerakan lainnya. Atau jika kalian mempunyai tradmill di rumah, pakailah sekitar 15-30 menit setiap harinya. Jika rumah kalian tingkat, kalian bisa naik-turun tangga beberapa kali. Ingatlah untuk tidak melakukan olahraga terlalu berlebihan dan lama, karena bisa membuat capai dan yang ada, malah rebahan seharian.

Kalian juga bisa mendownload aplikasi seperti 7 Minute Workout untuk melakukan gerakan sederhana seperti yang telah disebutkan di atas. Hanya saja, ini berbentuk aplikasi sehingga bisa lebih mudah dalam menghitung durasi yang direkomendasikan ahli kesehatan. 

Kalian bisa melakukan olahraga di kamar atau di ruang keluarga rumah kalian.

5. Membaca
15 Manfaat Membaca Buku dalam Kehidupan - Manfaat.co.id
Yang kelima, kalian bisa mulai rajin membaca. Tidak harus dengan buku yang tebalnya sebatu bata sehingga mayoritas dari kalian bosan membacanya. Membaca yang dimaksud di sini lebih fleksibel. Kalian bisa memantau situs berita terkenal dan membacanya agar lebih update tentang segala topik. Kalian juga bisa membaca buku pengetahuan yang tidak terlalu tebal agar memperkaya pengetahuan kita. Atau jika kalian mempunyai novel, kalian bisa membacanya berulang kali jika kalian menyukainya. 

Membaca ini dilakukan agar kalian bisa lebih tenang dan fokus memahami isi bacaan. Ini bagus agar kalian bisa terlatih untuk fokus. Usahakan saat membaca, tidak disambi dengan hal lain seperti makan, bermain bersama adik, dan lainnya. Kalau bisa, kamar kalian kunci agar tenang. Mau mendengarkan musik juga tidak apa-apa, asalkan musik yang mempunyai beat rendah agar tidak terganggu.

6. Family Games
Yang terakhir, kalian bisa melakukan permainan sederhana bersama keluarga. Salah satu family games yang cocok untuk dimainkan adalah Last Letter Challenge.

 Jadi, di dalam game ini, kalian harus mengucapkan satu nama daerah. Nama daerahnya bisa kota maupun negara di dunia.  Selanjutnya orang lain, misalnya adik kalian, menyebutkan nama daerah yang huruf depannya sama dengan huruf belakang daerah yang kalian sebutkan.Dan menyebutkannya harus cepat. Pada permainan ini dikasih waktu 3-5 detik (tergantung selera). Apabila ada yang telat menyebutkan, pemain tersebut dianggap kalah.

Misalkan kalian menyebutkan "Indonesia", maka adik kalian menyebutkan "Amerika"

Setelah adik kalian menyebutkan, giliran (misalkan) Ibu kalian yang menyebutkan nama daerah. Ingat, huruf depan nama daerah harus sama dengan huruf belakang nama daerah yang orang lain sebutkan. Begitu seterusnya hingga satu keluarga sudah menyebutkan semuanya. Setelah itu, kalian bisa mengulanginya sampai ada orang yang menyebutkan nama daerah yang huruf depannya tidak sama dengan huruf belakang nama daerah yang orang lain sebelumnya sebutkan. Maka, pemain tersebut dianggap kalah.  

Demikian  kegiatan yang bisa diliakukan di rumah yang pastinya bermanfaat. Daripada sekedar bermain gadget dan tidur seharian di kasur, kira-kira lebih bermanfaat mana sama kegiatan yang telah dijabarkan di atas. Apakah ada ide kegiatan lain? Tuliskan saja di komentar, jangan ragu-ragu. 

Jangan lupa follow Instagram penulis  dan Subscribe channel penulis. Disana ada video tentang Corona Virus yang perlu kalian tahu.

Happy Fun and Stay at Home !!

Wassalamualaikum Wr. Wb.